Umbul-umbul Podang Ngisep Sari
25 Mei 2019 12:15:25 WIB
Pada saat Pangeran Diponegoro memimpin perang Jawa, beliau memerintahkan tiap kesatuan pasukan abdi dalem di 4 penjuru mata angin untuk mempergunakan klebet atau umbul-umbul dengan warna berbeda yang dinamai dengan pralambang dari alam. Maka lahirlah Panji Provinsi Budi Wadu Praja, Panji Kota Yogyakarta Bangun Tolak, Panji Bantul Pandan Binetot, Panji Kulon Progo Pare Anom, Panji Gunung Kidul Podang Ngisep Sari, dan Panji Sleman Mega Ngampak. Untuk wilayah timur laut yang kini dikenal sebagai Gunungkidul, abdi dalem menggunakan klebet atau umbul-umbul merah kuning. Merah mencerminkan tanah Gunungkidul, sedangkan kuning melambangkan Gunungkidul sebagai penghasil madu tawon.
Ketika pasukan menuruni lereng pegunungan, kibaran klebet atau umbul-umbul laksana gerombolan burung berwarna kuning yang terbang beriringan sehingga disebut Panji Podang Ngisep Sari. Selain indah, klebet sekaligus mengajarkan kearifan terhadap alam. Secara harfiah, arti dari kata Podang sendiri merupakan burung Kepodang yang berwarna kuning. Sedangkan ngisep sari dapat diartikan sebagai menghisap madu yang berwarna merah. Jadi Podang Ngisep Sari adalah burung Kepodang yang menghisap sari madu. Ini menjadi representasi dari tujuan masyarakat Gunungkidul untuk mencapai kesejahteraan, namun tetap saling menghargai satu sama lain.
Sebelum berbentuk umbul-umbul yang berwarna kuning dan merah memanjang, dulunya Podang Ngisep Sari berbentuk bendera kotak dengan warna merahnya bulat di tengah dan bagian pinggirnya kuning. Panji ini dipergunakan sebagai klebet atau umbul-umbul oleh pasukan Nyutro dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Podhang ngingsep sari untuk Prajurit Nyutra, berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar kuning, di tengahnya adalah lingkaran dengan warna merah.
Pemasangan klebet atau umbul-umbul Podang Ngisep Sari saat ini sangatlah semarak dan serentak, hampir setiap rumah di pinggir memasang minimal 3 buah umbul-umbul. Untuk Desa Dengok sendiri, pemasangan klebet atau umbul-umbul ini dalam rangka menyongsong beberapa kegiatan berturut-turut, diantaranya Hari jadi Gunungkidul, lomba pengagungan, rasulan desa, rasulan dusun dan Peringatan HUT RI. Lomba pengagungan sendiri merupakan rangkaian lomba yang diselenggarakan oleh Kecamatan Playen agustus 2019 mendatang. (Abi, dari berbagai sumber).
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pemkal Dengok Salurkan BLT Dana Desa dan PMT Ibu Hamil Periode Agustus 2026
- Panewu Playen Pimpin Kerja Bakti Bersih Sungai Kali Gede/Padas Bersama Lurah & Warga Dengok
- Musrenbangkal Dengok 2027 Bahas Prioritas Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
- LPP-Akhir Masa Jabatan Lurah-Dengok 2026
- LAPORAN KEGIATAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK 2025
- SURAT PERJANJIAN DENGAN PIHAK KETIGA
- IPP KALURAHAN TAHUN 2025
Komentar Terkini
-
suyanto
Semangat maju terus bersama berusaha mewujudkan De...baca selengkapnya
08 Januari 2017 22:39:01 WIB -
MarsonoKI
Lanjutkan...baca selengkapnya
08 Januari 2017 19:44:17 WIB -
Sumartini
Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
25 Oktober 2016 23:48:20 WIB -
Sumartini
Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
25 Oktober 2016 23:48:13 WIB -
Sumartini
Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
25 Oktober 2016 23:48:11 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |













