Bupati Gunungkidul Resmikan Sumur Irigasi dan Gerakan Tanam Bawang Merah di Dengok

ibnu nurhuda kasendar 29 Januari 2026 10:20:55 WIB

Pemerintah Kalurahan Dengok bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar agenda strategis sektor pertanian pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Lahan Pertanian Bulak Kidul Wonorejo, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya pengendalian inflasi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Agenda tersebut meliputi peresmian sumur irigasi dan sumur bor, gerakan tanam bawang merah, penanaman pohon produktif, serta penyerahan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) untuk pencegahan hama kepada Gapoktan Kalurahan Dengok.

Dihadiri Bupati dan Jajaran Forkopimcam

Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, SP., M.Si., Panewu Playen, Irma Madyastuti Rahayu, S.STP., Lurah Dengok, Suyanto, S.T., Ketua Gapoktan Dengok, serta jajaran Forkopimcam Kapanewon Playen.

Turut hadir pula para petani Kalurahan Dengok, anggota Gapoktan Dengok, Poktan Sido Rukun, Kader PKK, tokoh masyarakat, KIM Kalurahan Dengok, dan jajaran pamong kalurahan.

Tanam Bawang Merah untuk Kendalikan Inflasi

Gerakan tanam bawang merah menjadi fokus utama kegiatan. Komoditas ini dipilih karena memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan sayur mayur, terutama menjelang periode rawan inflasi seperti Ramadan dan Idulfitri.

Bupati Gunungkidul dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam dunia pertanian.

“Bertani itu harus punya pikiran progresif, revolusioner, dan berpikir futuristik,” tegas Bupati Endah Subekti Kuntariningsih.

Menurutnya, petani tidak hanya berperan sebagai produsen pangan, tetapi juga sebagai aktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dukungan Infrastruktur dan Penghijauan

Selain tanam bawang merah, dilakukan pula peresmian sumur irigasi dan sumur bor untuk mendukung ketersediaan air pertanian. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, khususnya di musim kemarau.

Kegiatan juga dirangkai dengan penanaman pohon sawo, durian, dan mangga mahathir, sebagai upaya penghijauan sekaligus investasi jangka panjang bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Komitmen Sinergi Pemerintah dan Petani

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pemerintah dalam membangun sinergi dengan petani. Ia menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor agar hasil pertanian petani Gunungkidul memiliki daya saing yang kuat di tengah fluktuasi harga pasar.

Sementara itu, Lurah Dengok, Suyanto, S.T., dalam sambutannya berharap seluruh dukungan yang diberikan dapat membawa dampak nyata berkelanjutan bagi kemajuan pertanian di Kalurahan Dengok.

“Semoga dengan adanya dukungan pada hari ini, bisa membawa kemajuan bagi pertanian di Kalurahan Dengok dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Langkah Nyata Menuju Pertanian Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, Kalurahan Dengok menegaskan posisinya sebagai wilayah yang aktif mendorong pertanian berkelanjutan, mandiri, dan berorientasi kesejahteraan petani. Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan petani diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung