Masyalah Gandir Perlu Perhatian Khusus
marsono_marsono 11 Maret 2020 22:19:34 WIB
Gunungkidul - Polisi mencatat ada tujuh kasus bunuh diri dengan cara gantung diri (gadir) di Kabupaten Gunungkidul selama Januari-Februari tahun ini. Sebagian besar pelaku nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi.
"Ditambah hari ini, jadi ada tujuh kasus bunuh diri (dengan cara gantung diri)," kata Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Nur Widiastuti saat dihubungi wartawan, Selasa (25/2/2020).
Enny menjelaskan, pelaku gantung diri berusia antara 28-84 tahun. Motifnya sebagian besar karena mengalami berbagai masalah, mulai dari ekonomi hingga depresi sakit tak kunjung sembuh.
"Penyebab kasus bunuh diri di Gunungkidul beragam, seperti depresi karena sakit tak kunjung sembuh sampai terbelit masalah ekonomi," ujarnya.
Polisi melalui Bhabinkamtibmas terus berupaya menekan terjadinya gantung diri di Gunungkidul. Salah satunya dengan melakukan pendataan masyarakat yang berpotensi melakukan bunuh diri, seperti orang yang hidup sendiri, hingga mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh.
Kasus teranyar gantung diri terjadi hari ini. Giyem (70), warga Padukuhan Pelem, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin ditemukan tewas gantung diri di belakang rumahnya.
Kapolsek Semin, AKP Haryanta menjelaskan kejadian tersebut bermula saat Giyem mengalami kesulitan untuk tidur pada Senin (24/2) malam. Kemudian Giyem tidur dengan ditemani anaknya, Wasidi (41) hingga pukul 02.00 WIB.
"Sekira pukul 05.20 WIB saksi (Wasidi) terbangun dan berniat mencari ibunya, tapi ternyata sudah tidak ada di kamar. Setelah dicari, ternyata ibunya gantung diri di pohon jati belakang rumah," katanya.
Kanit Reskrim Polsek Semin, Iptu Sumiran mengungkapkan, dari pemeriksaan saksi-saksi, penyebab Giyem bunuh diri diduga karena faktor depresi. Mengingat selama satu bulan terakhir Giyem mengeluh tidak bisa tidur.
"Jadi selama sebulan ini korban mengeluh tidak bisa tidur, kemungkinan korban depresi karena itu dan akhirnya melakukan bunuh diri," ucapnya.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pemkal Dengok Salurkan BLT Dana Desa Bulan Mei 2026 kepada 6 Keluarga Penerima Manfaat
- Pemkal Dengok Salurkan PMT Ibu Hamil dan Menyusui Bulan Mei 2026 untuk 7 Penerima Manfaat
- BPKP DIY Lakukan Monitoring dan Uji Petik Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Dengok
- 450 KPM Dengok Terima Bantuan Pangan Kemensos RI melalui Bulog
- Pertemuan Rutin LINMAS DENGOK Bahas KAMTIBMAS dan Pencegahan Paham Radikal
- UPT Puskesmas Playen II Gelar Pembinaan ILP Tingkat Padukuhan di Dengok II
- Rakor Pemangku Keistimewaan 2026 Bahas Pemanfaatan Tanah Kalurahan dan Arah Perencanaan Tahun 2027
Komentar Terkini
-
suyanto
Semangat maju terus bersama berusaha mewujudkan De...baca selengkapnya
08 Januari 2017 22:39:01 WIB -
MarsonoKI
Lanjutkan...baca selengkapnya
08 Januari 2017 19:44:17 WIB -
Sumartini
Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
25 Oktober 2016 23:48:20 WIB -
Sumartini
Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
25 Oktober 2016 23:48:13 WIB -
Sumartini
Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
25 Oktober 2016 23:48:11 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











