Pelatihan Pengenalan dan Penguatan Nilai-Nilai Budaya Yogyakarta Gelombang Kedua Digelar di Kaluraha

ibnu nurhuda kasendar 15 Juli 2026 12:28:25 WIB

Dengok – Pemerintah Kalurahan Dengok kembali menjadi lokasi penyelenggaraan Pelatihan Pengenalan dan Penguatan Nilai-Nilai Budaya Yogyakarta Gelombang Kedua pada 14 Juli 2026 bertempat di Balai Kalurahan Dengok. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan kader PKK Kalurahan Dengok.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Samta, S.Sos., M.A.P., Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, serta KMT. Widyowinoto, praktisi budaya dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam pemaparannya, Samta menjelaskan berbagai objek pemajuan kebudayaan yang berkembang di Kabupaten Gunungkidul dan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Yogyakarta. Unsur-unsur tersebut meliputi bahasa, nilai budaya, seni, tradisi, pengetahuan dan teknologi tradisional, adat istiadat, hingga benda-benda cagar budaya dan peninggalan sejarah.

Menurutnya, keberlanjutan kebudayaan memerlukan ekosistem yang kuat melalui tiga pilar utama, yaitu pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting agar kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, KMT. Widyowinoto mengajak peserta untuk memahami lebih dalam nilai-nilai budaya Yogyakarta melalui tata busana tradisional Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia menjelaskan bahwa setiap unsur busana, mulai dari bentuk, lipatan, hingga cara penggunaannya, memiliki makna filosofis yang mengandung tuntunan hidup bagi masyarakat Jawa.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Yogyakarta dapat membentuk karakter masyarakat yang nyawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh, yakni pribadi yang memiliki kesatuan hati dan pikiran, semangat dalam berkarya, percaya diri, namun tetap rendah hati dan bertanggung jawab.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga tata krama dan unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut dinilai sangat relevan bagi kader PKK sebagai salah satu penggerak kehidupan keluarga dan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk semakin memahami bahwa pelestarian adat, tradisi, dan nilai budaya bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan sejahtera.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen mereka dalam mengikuti penguatan nilai-nilai budaya Yogyakarta.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen pelestari budaya di lingkungan masing-masing serta turut menghidupkan nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Kalurahan Dengok.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • suyanto
    Semangat maju terus bersama berusaha mewujudkan De...baca selengkapnya
    08 Januari 2017 22:39:01 WIB
  • MarsonoKI
    Lanjutkan...baca selengkapnya
    08 Januari 2017 19:44:17 WIB
  • Sumartini
    Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
    25 Oktober 2016 23:48:20 WIB
  • Sumartini
    Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
    25 Oktober 2016 23:48:13 WIB
  • Sumartini
    Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
    25 Oktober 2016 23:48:11 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial