Pelatihan Penguatan Nilai-Nilai Budaya Yogyakarta Gelombang III di Kalurahan Dengok Tekankan Pelesta

ibnu nurhuda kasendar 16 Juli 2026 14:31:38 WIB

Dengok (16/07/2026) – Pemerintah Kalurahan Dengok kembali menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Pengenalan dan Penguatan Nilai-Nilai Budaya Yogyakarta Gelombang Ketiga yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Dengok, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari unsur Bamuskal, LPMKal, Linmas, serta tokoh masyarakat Kalurahan Dengok.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kebudayaan, yaitu Sukasno, S.Sos., M.M. dari Seksi Sejarah dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul serta KMT Widyowinoto, praktisi budaya dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam pemaparannya, Sukasno, S.Sos., M.M. menjelaskan berbagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang berkembang di Kabupaten Gunungkidul dan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Yogyakarta. Objek kebudayaan tersebut meliputi bahasa, nilai budaya, seni, tradisi, pengetahuan dan teknologi tradisional, adat istiadat, hingga benda-benda peninggalan budaya.

Menurutnya, upaya pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada menjaga warisan masa lalu, tetapi juga harus diwujudkan melalui langkah-langkah pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan agar tetap relevan, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di masa kini maupun masa mendatang.

Sementara itu, KMT Widyowinoto mengajak peserta memahami lebih dalam filosofi kebudayaan Yogyakarta melalui penjelasan mengenai garis filosofi tata ruang Yogyakarta yang membentang dari Pantai Selatan, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih. Filosofi tersebut menggambarkan perjalanan hidup manusia yang sarat makna dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Yogyakarta.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tata busana tradisional Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. KMT Widyowinoto menerangkan bahwa setiap bagian busana, mulai dari bentuk, lipatan, hingga cara pemakaiannya, mengandung nilai-nilai filosofis yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut selaras dengan ajaran luhur masyarakat Yogyakarta, yakni menjadi pribadi yang nyawiji (fokus dan menyatu dengan tujuan), greget (bersemangat), sengguh (percaya diri tanpa kesombongan), serta ora mingkuh (bertanggung jawab dan tidak lari dari kewajiban).

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat Yogyakarta. Di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi, penguatan nilai-nilai budaya menjadi salah satu upaya untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen dalam mengikuti pelatihan penguatan nilai-nilai budaya Yogyakarta.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • suyanto
    Semangat maju terus bersama berusaha mewujudkan De...baca selengkapnya
    08 Januari 2017 22:39:01 WIB
  • MarsonoKI
    Lanjutkan...baca selengkapnya
    08 Januari 2017 19:44:17 WIB
  • Sumartini
    Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
    25 Oktober 2016 23:48:20 WIB
  • Sumartini
    Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
    25 Oktober 2016 23:48:13 WIB
  • Sumartini
    Apa yg kita raih sekarang adalah atas dukungan dan...baca selengkapnya
    25 Oktober 2016 23:48:11 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial